Search Engine Submission - AddMe Direktori Indonesia - Indonesian free listing directory, SEO friendly free link directory, a comprehensive directory of Indonesian website. MARI BELAJAR BERTANI: cara bikin pestisida organik dari urien sapi

Senin, 18 Oktober 2010

cara bikin pestisida organik dari urien sapi


Urine sapi sangat bermanfaat untuk dijadikan pestisida yang ramah lingkungan. Hal ini telah dikaji oleh tiga guru SMKN 1 Trucuk, Klaten. Mereka mengembangkannya dengan membuat pupuk dan pestisida organik dari urine sapi tersebut.

Tim yang terdiri dari Haryono, Tri Nanik Wulandari, SPd. dan Sumadi, SPd., Msi., Kamis, (16/8) menjelaskan upaya itu dilatarbelakangi adanya keprihatinan bahwa kondisi pertanian sekarang makin kritis. Hal ini antara lain akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia telah menyebabkan terjadinya pergeseran keseimbangan ekosistem.

Penggunaan bahan-bahan kimia tersebut tidak hanya mematikan hama dan penyakit tanaman tetapi juga organisme-organisme lain yang sebenarnya tidak mengganggu dan justru diperlukan sebagai musuh alami hama tanaman.

Berangkat dari permasalahan itu, ketiganya membuat pestisida organik dari urine sapi. Pestisida organik tidak akan meninggalkan residu pada produk pertanian. Pestisida organik merupakan tenologi ramah lingkungan.

Teknik pembuatan pestisida organik sapi memerlukan alat-alat seperti:
Drum, plastik, pengaduk dari kayu, timbangan, literan, gayung, ember, jerigen, saringan, botol, lumpang dan alu.

Bahan-bahan yang dibutuhkan berupa urine sapi 60 liter, air 40 liter, 1 kg jahe, 1 kg kunyit, 1 kg kencur, 2 kg laos, 2 kg temuawak, 2 kg temuireng, 2 kg jengkol, 2kg molases, 0,5 kg terasi, 100 ml EM4 dan 0,5 kg daun lamtoro.

Pada langakah awal bahan-bahan jahe, kunyit, kencur, laos, temulawak, temuireng, jengol dan daun lamtoro ditumbuk sampai halus. Semua bahan yang telahdihaluskan lalu dimasukkan ke dalam drum. Selanjutnya ditambah 60 loter urine sapi yang telah ditampung dalam drum plastik, lalu aduk bersama bahan-bahan lainnya.

Terasi
Langkah selanjutnya terasi dihaluskan, campurkan dengan molases, ditambahkan EM4, lalu didiamkan selama 2 jam.

Campuran terasi molases dan EM4 dimasukkan ke dalam drum plastik. Setelah itu ditambah air lagi hingga mencapai volume 100 liter. Aduk semua bahan hingga homogen, lalu difermentasikan selama 21 hari.

Pada minggu pertama lakuakn pengadukan1-2 kali, kemudian drum ditutup kembali hingga rapat. Cairan pestisida disaring dan dibuang endapannya, lalu dimasukkan ke dalam jaringan dan ditutup. Apabila jerigen menggelembung, buka tutup jerigen untuk membuang akumulasi gas yang terbentuk oleh proses fermentasi. Pestisida jadi dan siap dikemas/digunakan apabila pembentukan gas telah terhenti.
Bila tidak langsung digunakan, pestida dapat dapat dikemas sesuai dengan kebutuhan misalnya dengan menggunakan botol plastik.

Pemanfaatan urine sebagai bahan pestisida organik memberikan dua manfaat utama sekaligus, yaitu sebagai altrenatif pengendalian hama tanaman secara alami dan aman terhadap lingkungan serta menjadi solusi penanganan limbah ternak sapi, khususnya limbah cair/urine.

Selain itu teknologi ini secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan petani/peternak, karena dapat menekan penggunaan biaya untuk pembelian sarana produksi pertanian.

Teknologi pestisida organik ini tidak instan, begitu juga hasil dari penggunaan pestisida. Kedua hal di atas mungkin akan menjadi kendala yang harus dihadapi pada penerapan teknologi ini. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan yang intensif kepada para petani

Related Post



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Get cash from your website. Sign up as affiliate.